Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (7)

"...KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN ...[SAMPAI SELAMA-LAMANYA]..."


Candi itu sempat membuat banyak orang kebingungan. Candi Cetha adalah salah satu candi yang istimewa, berada di wilayah Karanganyar Jawa Tengah, candi tersebut memiliki bahan bangunan yang sangat mirip dengan candi-candi di Jawa tengah lain, tersusun dari bebatuan. Namun pada saat yang sama, bangunannya yang cenderung gemuk mengingatkan orang pada candi-candi peninggalan Jawa Timur. Namun untuk disebut terpengaruh Jawa Timur, candi ini tidak berasal dari batu bata khas Majapahitan, Namun para arkeolog akhirnya bersepakat dengan dua hal kuat, surya majapahit yang tergelar di sana, serta nama yang dinisbatkan di sana: Nayagenggong, Sabdapalon, dan Brawijaya V. Maka candi ini adalah diyakini sebagai salah satu candi peninggalan Majapahit.

Lalu  mengapa sebuah candi Majapahit harus terpisah jauh dari kawan-kawannya lain di Trowulan? Dugaan kuat, apalagi dengan munculnya nama Brawijaya V adalah bahwa candi itu dibangun pada masa akhir kerajaan Majapahit ketika kerajaan itu sudah mulai tidak kondusif. Ada sekelompok penduduk Majapahit yang mencari tempat aman, dana Karanganyar menjadi tempat tujuannya. Ini adalah pembacaan yang paling masuk akal dari semuanya. Dan akhirnya kita tahu, bahwa sebuah kerajaan yang sedemikian perkasa, Majapahit pun akhirnya harus tutup usia. Kini kita hanya mengenang, "Dulu... ada sebuah kerajaan bernama Majapahit, sebuah kerajaan yang hampir menyatukan Nusantara. Konon.

Sebuah negara sebesar Uni Soviet pun mengalami hal yang sama. Tahun 1991 negara tersebut akhirnya terpecah menjadi berkeping-keping. Komunisme yang dikumandangkan akan menjadi jawaban bagi masalah kemiskinan dan ketikaadilan ternyata belum benar-benar mendapatkan bentuknya yang mantap - atau mungkin tidak pernah.  Bahkan hari ini di Indonesia, itu masih dijadikan momok sebagai lawan agama. Yang agamis tidak komunis, entahlah banyak yang diceritakan dengan cara yang lain di negeri ini. Saya pernah bertanya kepada seorang pengamat sosial dan politik, apakah mungkin negara seperti Amerika Serikat yang berjaya akan punya masa kejatuhannya? Dan dia mengatakan kepada saya,"Dulu tidak ada yang menduga Uni Soviet, negara yang meluncurkan kosmonot pertama itu akan tutup usia, tapi itulah nyatanya."

Maka rasanya cukup tepat jika dalam setiap pemakaman disebutkan, "Tidak ada negeri yang abadi di dunia ini, selain di sorga." Nyatanya memang tidak ada. Mungkin pengkhotbah benar, apa pun yang ada di bawah matahari ini, sekeras apa pun mengusahakannya, pada akhirnya sia-sia. Maka itulah mengapa kata selama-lamanya dalam Doa Bapa Kami begitu bermakna, karnea jika ada yang selama-lamanya, akan badi maka itu Kerajaan-Nya.

Kerajaan dalam Doa Bapa Kami diterjemahkan dari  βασιλεία (basileia), sebuah kata yang berarti kerajaan baik itu kerajaan dalam arti tempat (kingdom), maupun ke-raja-an, pemerintahan, kekuasaan (kingship, sovereignty, royal power). Maka jelaslah pemilihan kata βασιλεία adalah sebuah pemilihan yang benar-benar ditimbang dengan sungguh-sungguh. Doa Bapa Kami bukan doa yang mubazir. Bagaikan makanan, Doa Bapa Kami adalah makanan yang sehat di segala seginya, sangat bergizi.

Kerajaan (kingdom) membuat orang akan merindukan sorga. Dan ini jelas banyak mulai ditimbang supaya tidak membawa banyak orang menjadi nihilis. Hidupnya sedemikian rupa diarahkan ke sorga, sehingga tidak ada yang berarti lagi di dunia. Untuk mereka yang biasa merasakan kenyamanan mungkin ini tepat. Gereja pernah melakukan itu, gereja pernah menjual sorga, sama seperti beberapa kelompok radikal hari ini yang menjadikan sorga sebagai komoditi dagang mereka untuk perihal yang sangat pragmatis, kekuasaan yang sementara saja. Dan gereja pernah melakukan kesalahan yang sama, atau bahkan masih ada gereja yang melakukan itu.

Namun bagi mereka yang selama hidupnya terus mengalami penderitaan. Kerajaan sorga adalah harapan. Itu bukan tawaran atau pilihan, itu satu-satunya kemungkinan kepastian yang bisa mereka pegang. "Mungkin hidupku susah sekarang dalam perjuangan menjaga nilai dan kebenaran ini. Tapi aku tidak khawatir, mati pun keuntungan, karena aku akan mendapatkan sorga." Betapa kejam ketika mengatakan yang demikian ini pun dilarang. Mereka yang tidak merasakah keadilan sebagai jaminan hidupnya, mereka yang bertahan hidup asketis dengan kesungguhan hati. Banyak orang baik yang mengenal merayakan hidup dan berpesta sesekali. Tapi ada orang-orang yang karena kesempatan atau pilihan nilai akhirnya tidak mengenal atau tidak sempat berjumpa dengan itu. Maka, jika kerajaan dalam arti sorga pun tidak boleh, jangan keterlaluan lah.

Namun dalam arti yang lain kerajaan berarti ke-raja-an. Di mana Bapa yang di Sorga itu selamanya meraja. Kekuasaannya tak lekang waktu. Bumi bisa habis, Majapahit bisa habis, Uni Soviet bisa tuntas, tetapi kerajaan Tuhan tidak. Dan itu membawa orang lalu pada pertanyaan apa yang paling mendasar dalam hidup ini: Siapakah aku? Mengapa aku di dunia ini? Dan Anda tentu mengerti maksud saya. Dengan kerajaannya selama-lamanya, maka kedua pertanyaan itu seketika terjawab. Tidak ada lagi pertanyaan dalam hidup ini. Semua selesai, termasuk saya harus apa. Ke mana hidup ini harus diarahkan menjadi jelas.

Maka untuk apa lagi mencari yang kekuasaannya bertahan sejenak dan kemudian akan habis oleh waktu, jika ada yang abadi. Panggilan itu pun menjadi jelas, walaupun hari ini harus menderita, walaupun hari ini kesulitan di depan jalan, lakukan semuanya seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Perintah itu bukan sekadar perkara melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh, tetapi lebih dari itu, lakukanlah dengan cara seperti yang Tuhan kehendaki. Selebihnya akan habis dalam beberapa tahun atau beberapa puluh tahun ke depan. Mereka yang menanam angin akhirnya menuai badai. Mereka yang menanam kasih, bagi mereka semua serba menjadi cukup. Mereka tak mengenal gagal atau berhasil, mereka hanya tahu ini tanpa syarat. Jadi ambillah sebanyak-banyaknya. Tidak ada hitungan untung dan rugi, karena semuanya toh masih dalam ke-raja-an Tuhan. Jika mereka tidak menyelesaikan sesuatu dengan tuntas, dalam pikiran manusia, mereka tidak sendirian. Dan jalan Tuhan ini tidak sesederhana aku atau kamu, ini lebih luas dari itu. Itulah mengapa harus ada perjalanan padang gurun 40 tahun tanpa rumah yang jelas, karena kita harus pergi ketika sudah waktunya pergi. Dan setelah itu kita akan menanam tenda kita di tempat yang lain untuk meneruskan cerita kita. Bukan cerita keberhasilan, namun cerita kesetiaan.

Mungkin ada yang mengatakan bagaimana jika semua itu sia-sia? Bagaimana jika βασιλεία sebenarnya hanya ilusi? Itu hanya harapan dari orang-orang yang menderita, menjelmakan impian menjadi sosok berkuasa di luar dirinya, yang tak terjangkau, yang menjamin semuanya baik-baik saja bahkan dalam badai. Maka untuk mereka yang berdoa Bapa Kami, itu tak masalah. Jika nyata betapa beruntungnya, jika tidak, itu pun tetap baik.

COMMENTS

Nama

15 Menitan,59,ACWC,2,adi yuswa,2,Adven,1,Baptis,3,Berita,165,Berita Jemaat,66,Bulan Budaya,1,Bulan Keluarga,1,Bulan Kitab Suci,1,Daur Majelis,2,Essay,9,Foto,105,Gereja Suaka Iklim,3,Hari Doa Sedunia,3,HPPGA,2,HUT,3,HUT RI 78,1,Ibadah,57,Ibadah Syukur,12,Intergenerasi,3,Kafe Door,10,Kartini,2,Kelas Kreatif,12,Kelas Mulung,5,Kemerdekaan,3,Kerja Bakti,3,Kesekretariatan,23,Kespel,2,KPAR,35,KPAY,5,KPK,6,KPMG,2,KPP,11,KPPL,8,KPPM,30,KPPW,8,KPT,47,Lomba Agustusan,1,Majelis,1,MD Kediri Utara 2,16,Mulung,71,Natal,8,Oikumene,1,P2A,5,PA,3,Padus anak,1,Pamong,1,Paskah,5,Pekan Pemuda,1,Pemuda,23,Pendeta,5,Pentakosta,2,Perjamuan Kasih,1,Perjamuan Kudus,4,Pertanian Organik,4,PEW,15,PJS,1,Pokja Reportase,2,Poster Natal,1,PPerjamuan Kudus,1,Produk Cafe Door,3,Produk Jemaat,5,Produk Kelas Kreatif,2,Produk Pemuda,1,Program,8,Program Unggulan,40,PTWG,3,Renungan,50,SALIB,1,Sejarah,3,Sidang MD,1,Tahun Baru,2,Teologi,26,Tokoh,5,UEM,2,UKDW,1,Unduh-unduh,4,Warga,27,Wartawan Cilik,8,
ltr
item
GKJW Jemaat Tunglur: Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (7)
Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (7)
https://1.bp.blogspot.com/-73eENsZNPKs/WKb_VTYMv4I/AAAAAAAAAgE/3DHQMlbfLncMP3obw0WyM2jeoLsOIF4vwCLcB/s1600/Candi%2BCeto.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-73eENsZNPKs/WKb_VTYMv4I/AAAAAAAAAgE/3DHQMlbfLncMP3obw0WyM2jeoLsOIF4vwCLcB/s72-c/Candi%2BCeto.jpg
GKJW Jemaat Tunglur
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/02/seri-doa-bapa-kami-rasa-indonesia-7.html
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/02/seri-doa-bapa-kami-rasa-indonesia-7.html
true
6179814512795437537
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy