Mawas Diri: Merawat Budaya, Menumbuhkan Kerendahan Hati
Ibadah Pembukaan Bulan Budaya GKJW 2026 di GKJW Jemaat Tunglur
Minggu, 1 November 2026, GKJW Jemaat Tunglur melaksanakan ibadah Minggu sekaligus Pembukaan Bulan Budaya GKJW 2026. Mengikuti kalender gerejawi GKJW, Bulan Budaya tahun ini mengangkat tema “Mawas Diri”, sebuah ajakan bagi setiap umat untuk melihat, mengenali, dan mengevaluasi diri dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya.
Ibadah dipimpin oleh Ibu Pdt. Sri Rahayu. Ada suasana yang istimewa dan berbeda dalam peribadatan kali ini. Para jemaat dan majelis hadir dengan mengenakan beragam pakaian adat serta atribut budaya dari berbagai daerah. Keberagaman tersebut menghadirkan warna tersendiri di tengah persekutuan. Berbagai corak, busana, dan identitas budaya berpadu menjadi satu dalam suasana ibadah yang penuh kehangatan.
Melalui bacaan Alkitab Mikha 3:5–12, Mazmur 43, 1 Tesalonika 2:9–13, dan Matius 23:1–12, jemaat diajak menghayati pesan tentang menguasai diri, rendah hati, dan melayani. Secara khusus, melalui Injil Matius, kita diingatkan bahwa kehidupan iman tidak cukup hanya tampak dari perkataan maupun penampilan luar. Iman perlu diwujudkan melalui sikap hidup yang rendah hati dan kesediaan untuk melayani sesama.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam menghidupi tema Mawas Diri. Sebab, mawas diri bukan sekadar melihat kekurangan orang lain, melainkan keberanian untuk terlebih dahulu melihat ke dalam diri sendiri. Mengenali kelemahan, memperbaiki sikap, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik merupakan bagian dari perjalanan iman.
Sukacita ibadah semakin terasa melalui penampilan paduan suara yang dibawakan oleh keluarga-keluarga jemaat dengan mengenakan pakaian adat. Penampilan ini menjadi ungkapan syukur sekaligus wujud nyata bahwa budaya dapat menjadi bagian dari kehidupan persekutuan dan pelayanan gereja. Suasana haru dan sukacita berpadu, menjadikan ibadah berlangsung dengan penuh makna.
Hingga ibadah berakhir, kehangatan persekutuan tetap terasa. Para jemaat saling berjabat tangan, menyapa, dan berbagi sukacita. Perbedaan latar belakang dan budaya tidak menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang mempersatukan seluruh warga jemaat sebagai satu keluarga dalam Kristus.
Melalui Pembukaan Bulan Budaya GKJW 2026 ini, GKJW Jemaat Tunglur diajak untuk tidak hanya merayakan keberagaman budaya melalui pakaian dan atribut tradisional, tetapi juga menghidupi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Sebab, budaya yang indah bukan hanya budaya yang kita kenakan, tetapi budaya yang kita hidupi dalam perilaku sehari-hari. Mari belajar mawas diri, merendahkan hati, dan terus memperbaiki diri. Jangan hanya pandai melihat kekurangan orang lain, tetapi beranilah bercermin dan membenahi diri sendiri. Dengan demikian, keberagaman menjadi berkat, budaya menjadi kekuatan, dan kehidupan kita semakin memancarkan kasih Tuhan bagi sesama serta seluruh ciptaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Foto oleh : Sdr. Nanda (Tunglur)
Penulis : Sdr. Nanda (Tunglur)







COMMENTS