Dalam menyambut Pra Paskah hingga Paskah tahun 2026, jemaat menapaki perjalanan iman melalui serangkaian ibadah yang sarat makna rohani. Setiap perayaan bukan sekadar penanda waktu dalam kalender gerejawi, melainkan undangan untuk masuk lebih dalam dalam perenungan, pertobatan, dan sukacita atas karya keselamatan Tuhan.
Perjalanan ini diawali dengan masa puasa 40 hari sebagai lambang pengendalian diri, pertobatan, dan kesiapan hati untuk semakin mendekat kepada Tuhan, meneladani kesetiaan dan pengorbanan Yesus Kristus.
1. Rabu Abu – 18 Februari 2026
Penorehan abu di dahi menjadi simbol kerendahan hati manusia di hadapan Tuhan, pengingat akan pertobatan, serta kesadaran bahwa hidup adalah anugerah yang perlu dijalani dengan penuh kesetiaan.
2. Minggu Palmarum – 29 Maret 2026
Melambangkan penyambutan Yesus sebagai Raja Damai. Daun palma menjadi tanda sukacita dan harapan, sekaligus pengingat akan kerendahan hati Sang Raja yang datang membawa keselamatan.
3. Kamis Putih – 2 April 2026
Pembasuhan kaki menjadi simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan tanpa pamrih teladan untuk saling melayani dengan tulus dalam kehidupan sehari-hari.
4. Jumat Agung – 3 April 2026
Peringatan wafat Tuhan disertai Perjamuan Kudus sebagai simbol pengorbanan kasih yang sempurna, sekaligus perenungan mendalam akan harga keselamatan yang diberikan bagi manusia.
5. Sabtu Sunyi – 4 April 2026
Hari hening dalam perenungan. Simbol keheningan hati yang menanti pengharapan, saat iman tetap setia walau dalam kesunyian.
6. Minggu Paskah – 5 April 2026
Perayaan kebangkitan Tuhan yang membawa terang kemenangan atas maut. Ibadah biasanya dilaksanakan pagi dan petang, diawali perjalanan dari rumah warga menuju gereja dengan obor, nyanyian, dan sukacita bersama. Semua menjadi simbol terang kehidupan baru yang mengalahkan kegelapan.
7. Kenaikan Tuhan – 14 Mei 2026
Melambangkan kemuliaan Tuhan yang naik ke surga, sekaligus pengharapan bagi umat bahwa hidup tidak berhenti di dunia, tetapi menuju kehidupan kekal bersama-Nya.
8. Hari Pentakosta – 24 Mei 2026
Dirayakan melalui ibadah padang di luar gereja sebagai simbol kehadiran Roh Kudus yang memberi kehidupan, menguatkan iman, dan mengutus umat untuk menjadi terang di tengah dunia.
Melalui seluruh rangkaian ibadah ini, umat tidak hanya diingatkan akan peristiwa-peristiwa suci, tetapi diajak untuk sungguh menghayati perjalanan iman dengan hati yang terbuka. Setiap langkah menjadi ruang perjumpaan dengan kasih Tuhan, setiap perenungan menumbuhkan harapan baru, dan setiap perayaan memancarkan sukacita yang hidup.
Kiranya perjalanan Pra Paskah hingga Pentakosta ini menjadi pengalaman rohani yang meneduhkan jiwa bukan sekadar tradisi yang dilalui, tetapi anugerah yang dirasakan, dihayati, dan dibagikan dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh kasih dan damai.
Penulis : Sdr. Damai Nadi Ananda






COMMENTS