Jumat, 3 April 2026 menjadi momen yang penuh penghayatan bagi seluruh warga jemaat GKJW Tunglur. Dalam suasana yang hening dan khidmat, jemaat berkumpul untuk mengikuti ibadah Jumat Agung sebagai peringatan atas kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ibadah dipimpin oleh Ibu Pendeta Sri Rahayu dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Jumat Agung merupakan salah satu peristiwa terpenting di dalam kekristenan. Hari ini diperingati sebagai hari ketika Yesus Kristus rela menderita dan wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia. Pengorbanan-Nya menjadi bukti kasih yang begitu besar, bahwa melalui penderitaan dan kematian-Nya, manusia memperoleh keselamatan dan pengharapan baru.
Bagi umat Kristen, Jumat Agung bukan hanya sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan juga menjadi saat untuk merenungkan kasih, pengampunan, dan pengorbanan Tuhan. Melalui salib, setiap orang diajak untuk belajar hidup dalam kerendahan hati, mengampuni, dan semakin mendekat kepada Tuhan.
Dalam ibadah Jumat Agung di GKJW Tunglur, warga jemaat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh antusias dan penghayatan. Suasana gereja dipenuhi keheningan, doa, pujian, dan firman yang mengingatkan jemaat akan besarnya kasih Kristus. Setiap warga jemaat tampak begitu sungguh-sungguh menghayati momen suci ini.
Salah satu bagian yang paling bermakna dalam ibadah tersebut adalah Perjamuan Kudus. Jemaat menerima roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus. Roti melambangkan tubuh Yesus yang dipecahkan bagi manusia, sedangkan anggur melambangkan darah-Nya yang tercurah untuk menghapus dosa.
Melalui Perjamuan Kudus, jemaat diajak untuk mengingat kembali pengorbanan Kristus sekaligus memperbarui iman dan hubungan dengan Tuhan. Dalam keheningan saat menerima roti dan anggur, setiap jemaat merasakan bahwa kasih Tuhan begitu nyata dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Warga jemaat GKJW Tunglur mengikuti Perjamuan Kudus dengan penuh hormat dan sukacita. Antusiasme jemaat terlihat dari kesungguhan mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai. Momen ini menjadi pengalaman rohani yang mendalam dan menguatkan iman setiap pribadi.
Jumat Agung mengajarkan bahwa di balik penderitaan selalu ada kasih, dan di balik pengorbanan selalu ada pengharapan. Semoga melalui peringatan Jumat Agung tahun ini, seluruh warga jemaat GKJW Tunglur semakin mampu menghayati kasih Kristus di dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang penuh kasih, setia, dan selalu membawa damai bagi sesama. Sebab dari salib, kita belajar bahwa kasih Tuhan tidak pernah berakhir.
Foto Oleh : Sdr. Nanda Dan Sdr. Tristan
Artikel Oleh : Sdr. Tristan



























































































COMMENTS