Ibadah Kenaikan Yesus Kristus dan Pembukaan Bulan MARDIKA GKJW 2026 di GKJW Jemaat Tunglur
Kamis pagi, 14 Mei 2026, GKJW Jemaat Tunglur melaksanakan ibadah pukul 07.00 WIB dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus sekaligus pembukaan Bulan MARDIKA “Marturia Diakonia” GKJW 2026. Ibadah berlangsung dengan penuh sukacita, semangat, dan rasa syukur dari seluruh jemaat yang hadir untuk bersama-sama memuliakan nama Tuhan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Sri Rahayu dengan membawa tema liturgis “Rumah Kita, Rumah Tuhan”. Firman Tuhan dalam kotbah Kalender GKJW diambil dari Lukas 24:44–53 yang mengisahkan tentang kenaikan Tuhan Yesus ke surga di hadapan para murid-Nya.
Dalam kehidupan kekristenan, khususnya di lingkungan GKJW, Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna penting sebagai tanda kemenangan Kristus atas dosa dan maut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Tuhan Yesus yang telah bangkit kini dimuliakan di surga, namun kasih dan penyertaan-Nya tetap hadir bagi umat percaya. Kenaikan Yesus juga menjadi pengharapan bagi jemaat untuk tetap setia dalam iman, tekun dalam pelayanan, dan terus hidup menjadi saksi kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.
Melalui firman Tuhan tersebut, jemaat diajak untuk memahami bahwa kehidupan orang percaya tidak berhenti hanya pada ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kasih, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama. Semangat inilah yang juga menjadi dasar dalam pembukaan Bulan MARDIKA “Marturia Diakonia” GKJW 2026.
Bulan MARDIKA merupakan momentum pelayanan GKJW yang menekankan pentingnya hidup bersaksi (marturia) dan melayani (diakonia) sebagai bagian dari panggilan iman orang Kristen. Dengan tema liturgis “Rumah Kita, Rumah Tuhan”, jemaat diajak menjadikan rumah, keluarga, dan kehidupan sehari-hari sebagai tempat bertumbuh dalam kasih Tuhan serta menghadirkan damai bagi sesama. Rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan tempat di mana kasih, kepedulian, dan pelayanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Di pertengahan ibadah, terdapat simbolis berupa tempat sampah dan sapu sebagai bentuk penghayatan akan makna tema dan pelayanan dalam Bulan MARDIKA. Simbol sapu melambangkan kesiapan jemaat untuk membersihkan hati, kehidupan, serta lingkungan dari hal-hal yang tidak baik, sehingga kehidupan orang percaya dapat menjadi bersih dan berkenan di hadapan Tuhan. Sedangkan tempat sampah melambangkan kesediaan untuk membuang sikap egois, kebencian, iri hati, dan segala hal yang dapat merusak persekutuan serta kasih terhadap sesama.
Melalui simbolis tersebut, jemaat diajak menyadari bahwa pelayanan kepada Tuhan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebersihan, keteraturan, dan kenyamanan rumah maupun lingkungan sekitar. Dengan menjaga kebersihan hati dan kehidupan, setiap rumah diharapkan sungguh menjadi “Rumah Tuhan” yang dipenuhi kasih, damai, dan sukacita.
Ibadah berjalan dengan penuh syukur dan semangat. Pujian, doa, dan perenungan firman Tuhan membawa sukacita tersendiri bagi seluruh jemaat yang hadir. Kiranya melalui ibadah ini, setiap hati semakin diteguhkan untuk hidup dalam damai sejahtera Tuhan dan membawa kedamaian dalam setiap langkah kehidupan. Sebagai umat Tuhan, marilah terus hidup dalam kasih, persaudaraan, dan semangat melayani. Dengan hati yang penuh syukur, semoga seluruh jemaat GKJW senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan pengharapan baru dalam menjalani setiap panggilan hidup.
Kiranya Tuhan memberkati seluruh jemaat GKJW di mana pun berada, sehingga melalui kehidupan dan pelayanan kita, kasih Kristus semakin nyata dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dokumentasi foto selengkapnya:
G-Drive : Link dokumentasi klik di sini
Penulis : Sdr. Damai Nadi A.
Foto : Sdr. Tristan Lyon Y.









COMMENTS