GKJW Jemaat Tunglur kembali menjadi saksi dari sebuah peristiwa penuh syukur dan sukacita dalam ibadah Undhuh-Undhuh yang dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 08.00 WIB. Ibadah yang dipimpin oleh Ibu Pdt.Sri Rahayu ini diikuti oleh seluruh jemaat dengan penuh antusias dan hati yang bersyukur kepada Tuhan atas segala berkat kehidupan yang telah diberikan.
Suasana ibadah terasa begitu istimewa sejak awal dimulai. Iringan hasil bumi, barang-barang persembahan, serta simbol gunungan yang berisi berbagai sayur-mayur diarak memasuki gereja dengan penuh sukacita. Gunungan tersebut bukan sekadar hiasan ataupun tradisi semata, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol kelimpahan berkat Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Hasil bumi yang dibawa menjadi lambang rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan melalui panen, pekerjaan, kesehatan, dan segala penyertaan-Nya sepanjang kehidupan jemaat. Arak-arakan ini juga menggambarkan bahwa seluruh hasil usaha dan berkat yang diterima manusia sejatinya berasal dari Tuhan dan layak dipersembahkan kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Ibadah berlangsung dengan penuh penghayatan melalui doa-doa dan pujian yang menyentuh hati. Setiap pujian yang dinaikkan menjadi ungkapan syukur jemaat, sementara setiap doa yang terucap menjadi bentuk penyerahan hidup kepada Tuhan Sang Pencipta. Dalam suasana yang khidmat namun penuh sukacita, jemaat diajak untuk kembali menyadari bahwa hidup adalah anugerah, dan setiap berkat yang diterima patut disambut dengan ucapan syukur.
Namun, sukacita di GKJW Tunglur tidak berhenti hanya dalam ibadah. Setelah ibadah selesai, suasana kebersamaan semakin terasa melalui rangkaian acara Undhuh-Undhuh. Jemaat berkumpul dengan penuh kegembiraan, membawa berbagai persembahan berupa barang, makanan, hasil bumi, hingga uang persembahan yang semuanya diberikan dengan hati yang sukacita kepada Tuhan.
Prosesi Undhuh-Undhuh dilaksanakan dengan pelelangan hasil persembahan yang berlangsung dengan meriah dan penuh sukacita. Jemaat dengan antusias mengikuti pelelangan sebagai bentuk partisipasi dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Tidak hanya menjadi kegiatan yang menghibur, pelelangan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan kerelaan hati untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan melalui setiap persembahan yang diberikan.
Bagi GKJW Tunglur, Undhuh-Undhuh bukan hanya sebuah tradisi tahunan, melainkan sebuah wujud iman dan persembahan hidup kepada Tuhan. Setiap hasil bumi yang dipersembahkan mencerminkan rasa cinta, penghormatan, dan ucapan syukur atas kasih Tuhan yang tidak pernah habis dalam kehidupan umat-Nya. Jemaat percaya bahwa Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan, tetapi ketulusan hati setiap orang yang mempersembahkan.
Setelah seluruh rangkaian pelelangan selesai, simbol gunungan sayuran kemudian dibagikan kepada warga jemaat satu per satu dengan mengambil langsung dari gunungan tersebut. Momen ini menjadi penutup yang penuh keceriaan dan sukacita. Kebersamaan, kehangatan, dan rasa kekeluargaan begitu nyata dirasakan oleh seluruh jemaat yang hadir. Melalui kebersamaan sederhana inilah, jemaat belajar bahwa ucapan syukur tidak hanya diwujudkan melalui persembahan, tetapi juga melalui kasih dan kebersamaan sebagai satu keluarga di dalam Tuhan.
Selamat Hari Minggu. Selamat mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.
Dokumentasi foto selengkapnya:
G-Drive : Link dokumentasi klik di sini
Penulis : Sdr. Damai Nadi A.
Foto : Sdr. Tristan Lyon Y.





COMMENTS