Pada hari Minggu, 5 April 2026, GKJW Jemaat Tunglur mengadakan ibadah Paskah dengan penuh sukacita dan penghayatan iman. Ibadah yang dilayani oleh Ibu Pendeta Sri Rahayu ini dimulai sejak pukul 04.30 pagi. Dalam suasana pagi yang masih gelap dan sejuk, para jemaat berkumpul di salah satu rumah warga Jemaat GKJW Tunglur untuk memulai rangkaian perayaan Paskah bersama.
Perayaan Paskah tahun ini diawali dengan kegiatan berjalan bersama sambil membawa obor menuju gereja. Nyala obor yang dibawa oleh jemaat menjadi lambang terang Kristus yang telah bangkit dan mengalahkan kegelapan. Perjalanan ini juga menjadi simbol perjalanan iman umat percaya yang berjalan bersama menuju kehidupan baru di dalam Tuhan.
Sebelum perjalanan dimulai, dihadirkan empat simbol utama atau “4 fragment” yang dibawa bersama menuju gereja, yaitu Alkitab, lilin, telur, dan ketupat. Keempat simbol ini memiliki makna mendalam yang mengingatkan jemaat akan arti Paskah dan karya keselamatan Tuhan.
Arti Paskah dalam Kekristenan
Paskah adalah perayaan terbesar dalam iman Kristen. Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah Ia disalibkan. Kebangkitan Kristus menjadi tanda kemenangan atas dosa, maut, dan kegelapan. Karena Yesus bangkit, umat percaya memiliki pengharapan baru, kehidupan baru, dan keselamatan yang kekal.
Bagi umat Kristen, Paskah bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga panggilan untuk hidup sebagai manusia baru. Setelah melalui masa Pra Paskah, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi, Paskah mengajak setiap orang untuk meninggalkan kehidupan lama dan bangkit bersama Kristus dalam kasih, pengampunan, dan pengharapan.
Makna 4 Fragment dalam Ibadah Paskah
1. Alkitab
Alkitab menjadi simbol firman Tuhan yang hidup. Firman Tuhan menuntun setiap langkah umat percaya di tengah kehidupan. Dalam perayaan Paskah, Alkitab mengingatkan bahwa kabar kebangkitan Yesus telah dinyatakan melalui firman-Nya. Firman Tuhan adalah sumber pengharapan dan terang bagi kehidupan umat.
2. Lilin
Lilin melambangkan terang Kristus. Ketika lilin dinyalakan di tengah suasana pagi yang masih gelap, jemaat diingatkan bahwa Yesus adalah terang dunia. Kebangkitan Kristus mengalahkan segala kegelapan, ketakutan, dan kesedihan. Seperti lilin yang menerangi sekelilingnya, umat Kristen juga dipanggil untuk membawa terang dan kasih Tuhan kepada sesama.
3. Telur
Telur menjadi simbol kehidupan baru. Dari luar, telur tampak tertutup dan diam, tetapi di dalamnya ada kehidupan yang sedang bertumbuh. Hal ini menggambarkan kebangkitan Kristus yang membawa kehidupan baru bagi umat manusia. Telur juga mengingatkan jemaat bahwa melalui Paskah, setiap orang diajak untuk meninggalkan hidup yang lama dan memulai hidup yang baru bersama Tuhan.
4. Ketupat
Ketupat menjadi simbol kebersamaan, syukur, dan hati yang diperbarui. Anyaman ketupat yang saling terkait menggambarkan kehidupan jemaat yang saling mengasihi dan hidup dalam persatuan. Isi ketupat yang putih melambangkan hati yang telah dibersihkan dan diperbarui oleh kasih Kristus. Dalam suasana Paskah, ketupat juga menjadi lambang sukacita dan syukur atas keselamatan yang Tuhan berikan.
Dengan membawa keempat simbol tersebut menuju gereja, jemaat diajak untuk merenungkan bahwa hidup orang percaya harus selalu dituntun oleh firman Tuhan, diterangi oleh Kristus, diperbarui dalam kehidupan baru, dan diwujudkan dalam kebersamaan.
Sesampainya di gereja, ibadah Paskah dilaksanakan dengan penuh sukacita. Lagu-lagu kemenangan dan pujian dinyanyikan bersama oleh seluruh jemaat. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ibu Pendeta Sri Rahayu mengajak jemaat untuk terus hidup dalam pengharapan karena Kristus telah bangkit.
Setelah ibadah selesai, seluruh jemaat menikmati kebersamaan melalui makan bersama ketupat sayur. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa ketika jemaat saling berbagi cerita, sukacita, dan ucapan selamat Paskah. Makan bersama ini menjadi wujud nyata dari kebersamaan dan persaudaraan di dalam jemaat.
Rangkaian perayaan Paskah kemudian dilanjutkan dengan acara KPAR GKJW Jemaat Tunglur, yaitu kegiatan mencari telur bagi anak-anak. Dengan penuh semangat dan keceriaan, anak-anak mencari telur yang telah disembunyikan di sekitar gereja. Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga mengajarkan kepada anak-anak tentang makna Paskah sebagai kehidupan baru dan sukacita karena Yesus telah bangkit.
Perayaan Paskah di GKJW Jemaat Tunglur tahun 2026 menjadi momen yang indah dan penuh makna. Melalui perjalanan membawa obor, simbol 4 fragment, ibadah, makan bersama, hingga kegiatan mencari telur, seluruh jemaat diajak untuk semakin menghayati bahwa Kristus telah bangkit dan membawa harapan baru bagi semua orang.
“Kristus telah bangkit, alleluya! Ia sungguh telah bangkit, alleluya!”
foto oleh : Damai nanda,Trstan leon
Artikel oleh : Tristan leon,Riko reksa























































































COMMENTS