Pada hari Minggu, 22 Februari 2026, jemaat GKJW Tunglur bersama-sama memasuki Minggu Pra Paskah yang pertama dengan hati yang penuh sukacita, damai, dan penghayatan iman yang mendalam. Ibadah ini menjadi awal perjalanan rohani dalam menyambut Paskah sebuah masa perenungan yang mengajak setiap umat untuk semakin mendekat kepada Tuhan melalui doa, puasa, dan pengendalian diri. Sebagai bagian dari makna Pra Paskah, jemaat menjalani rangkaian pantangan dan puasa selama 40 hari. Setiap bentuk pengorbanan kecil yang dijalani menjadi simbol kesungguhan hati dalam mengenang kasih dan keteladanan Yesus Kristus, sekaligus menjadi momen untuk memperbarui hidup dan menumbuhkan iman yang lebih teguh.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Sri Rahayu yang menyampaikan firman Tuhan dalam bahasa Jawa, menghadirkan suasana yang hangat dan menyentuh hati jemaat. Firman diambil dari Injil Matius 4:1–11, yang mengingatkan tentang keteguhan iman dalam menghadapi pencobaan serta kesetiaan untuk tetap berjalan dalam kehendak Tuhan. Sepanjang ibadah, pujian dan doa dilantunkan dengan penuh penghayatan. Suasana yang khusyuk, tenang, dan penuh sukacita terasa menyelimuti seluruh jemaat, menjadi ungkapan iman dan kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan di awal perjalanan Pra Paskah ini.
Kiranya Minggu Pra Paskah pertama ini menjadi langkah awal yang menuntun setiap hati pada pertobatan, kesetiaan, dan pembaruan hidup. Semoga damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai perjalanan iman kita, kini dan sepanjang masa.
Salam damai sejahtera bagi kita semua. ✨🙏
Foto & Penulis oleh : Sdr. Damai Nadi Ananda
Berikut dokumentasi selengkapnya






























COMMENTS