Dengan hati yang penuh syukur dan sukacita, jemaat GKJW Tunglur mengikuti ibadah pagi pada Minggu, 18 Januari, dalam rangka Pembukaan Bulan Penciptaan, sebagaimana telah terjadwal dalam kalender pelayanan GKJW. Ibadah ini menjadi momen indah untuk kembali menyadari kasih Tuhan yang nyata melalui seluruh ciptaan-Nya. Ibadah berlangsung dengan penuh damai dan sukacita, dipimpin oleh Penatua Sabar Imanuel, yang juga melayani pemberitaan firman Tuhan dengan penuh ketulusan dan semangat. Firman Tuhan yang diwartakan terambil dari Yohanes 1:29–42, mengajak jemaat untuk mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah serta meneladani panggilan untuk hidup setia dan bertanggung jawab dalam iman dan kehidupan sehari-hari, dengan hati yang penuh syukur.
Di pertengahan ibadah, suasana semakin bermakna dan mengharukan melalui aksi simbolis sebagai ungkapan iman dan kepedulian. Penatua Sabar Imanuel menyiram sebuah pohon kecil dengan penuh harapan, sementara dua majelis lainnya membuang sampah pada tempatnya dengan penuh kesadaran. Tindakan sederhana namun sarat makna ini menjadi simbol ajakan untuk merawat, menjaga, dan mengasihi ciptaan Tuhan dengan sukacita dan tanggung jawab bersama. Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan lancar, penuh ketenangan, dan diliputi semangat kebersamaan. Jemaat mengikuti setiap bagian ibadah dengan wajah berseri, hati yang bersyukur, dan sukacita yang terpancar, sebagai wujud iman kepada Tuhan Sang Pencipta. Kiranya melalui Pembukaan Bulan Penciptaan ini, jemaat GKJW Tunglur semakin diteguhkan untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan, mencintai sesama, serta merawat alam ciptaan-Nya dengan penuh sukacita dan pengharapan. Tuhan memberkati. 🌿✨
Berikut dokumentasi foto selengkapnya :
Foto oleh : Sdr. Damai Nadi Ananda
Artikel : Sdr. Damai Nadi Ananda





































COMMENTS