Latifatul Isyaroh: Belum Genap 10 Tahun Mengenal Tuhan, Namun Pelayanannya Luar Biasa

Setiap Rabu sore, perempuan 30 tahun ini akan duduk dikelilingi anak-anak sambil dengan telaten mengajari mereka membuat prakarya untuk Kelas Kreatif. Bu Ifa, demikian biasa dia dipanggil oleh anak-anak itu. Nama aslinya Latifatul Isyaroh, baru delapan tahun masuk Kristen, namun kesungguhannya dalam melayani benar-benar patut diapresiasi.

17 Desember 2008 menjadi hari yang tidak akan dilupakan oleh beliau. Pada hari tersebut, beliau dibaptiskan. Bukan hal yang mudah, karena bahkan para perangkat desa pada saat itu pun melarang hingga datang ke rumah beliau. Keluarga beliau sudah memberikan restu, namun nampaknya orang-orang sekitar yang tidak terima. Namun tekad beliau sudah bulat, bersama calon suaminya ketika itu (sekarang suaminya), Bp. Tri Harso Darmawan, beliau akhirnya dilarikan ke Bulusari oleh keluarga untuk dibaptiskan sekaligus diberkati perkawinannya. Pdt. Johny Sukohadi ikut berperan besar dalam peristiwa tersebut. Berkat bantuan Pdt. Johny Sukohadi yang ketika itu menjadi konsulen di GKJW Jemaat Tunglur, perkawinan itu berjalan dengan lancar walaupun dengan perasaan hati yang was-was.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, suasana membaik. Bu Ifa bergurau, "Nama saya itu Latifatul Isyaroh, Isa dan Roh jadi mungkin memang sebenarnya Kekristenan itu jalan saya, Roh Tuhan Yesus ada dalam nama yang diberikan orang tua saya." Orang-orang sekitar akhirnya bisa menerima kepindahan imannya. Bu Ifa sendiri orang yang terkenal ramah, hal tersebut membuat proses yang sulit menjadi lebih mudah.

Dalam tahun-tahun berikutnya, dengan Ijazah SMA dan D1-nya beliau mendaftarkan diri sebagai sukuan di TK Kristen Tunas Harapan. Sembari mengajar, beliau juga mengambil S1 di UNP Kediri jurusan PG PAUD. "Jiwa saya itu bersama anak-anak, jadi ya saya menikmati saja walaupun berapa sih bayaran sukuan itu, kalau dihitung-hitung buat transport saja tidak cukup. Tapi saya tetap berusaha bersemangat." Ujarnya dengan bahagia yang tulus. Tahun 2016 lalu beliau sudah dinyatakan lulus S1. "Tidak mudah. Karena dosen pembimbing saya itu agak fanatik orangnya. Ya saya yang merendahkan diri."

"Belajar itu bukan tradisi di keluarga saya. Jaman saya kecil, saya kan tidak ikut orang tua saya, dan sejak kecil memang sudah disuruh bekerja. Bahkan untuk belajar saja kadang sulit, karena dimarahi. Namanya ikut orang lain. Waktu ujian begitu biasa masih harus bekerja di warung. Dan itu sampai malam. Tapi pengalaman sulit itu yang membentuk saya." Tambah beliau.

Kesungguhannya dalam melayani anak-anak tidak diragukan. Ibu dari Carolina Ayu Christi (5) ini terpilih menjadi Majelis Jemaat daur 2016-2018. Kesungguhan itu membuatnya ditentukan untuk menjadi Ketua Komisi Pembinaan Anak dan Remaja (KPAR) GKJW Jemaat Tunglur. Beliau yang selanjutnya dipercaya untuk mengurus Kelas Kreatif Anak dan Remaja.
Bu Eny dan Bu Ifa, Ketua dan Sekretaris KPARD Kediri Utara 2
Kekuatan Bu Ifa adalah semangat belajar, kreativitas, dan optimismenya. Beliau orang yang tak mudah menyerah. Tunglur bukan jemaat yang berlimpah, namun dalam keterbatasan itu, Bu Ifa selalu berusaha untuk menyediakan kegiatan kreatif untuk anak-anak. Bahkan tahun 2017 ini Kelas Kreatif mulai membazarkan produk mereka ke jemaat sekitar untuk melatih anak-anak mengembangkan kreativitas sekaligus memiliki jiwa wirausaha sejak dini. Namun lebih dari itu, kekuatan utama Bu Ifa adalah kerendahatian, ketelatenan, dan kesetiaannya. Hari ini Pdt. Gideon sudah tidak lagi memegang Kelas Kreatif, sepenuhnya ditangani oleh Bu Ifa. Pdt. Gideon menyatakan, "Saya senang, soalnya dulu saya berpikir apakah Kelas Kreatif ini akan terus berjalan, dan sekarang dengan Bu Ifa di sana, Kelas Kreatif menjadi bermasa depan. Dan yang lebih menggembirakan, anak-anak nampaknya juga lebih nyaman dengan Bu Ifa. Saya kan orangnya kejam, anak-anak saja memanggil saya singa." Ujar Pdt. Gideon sambil tertawa. "Bu Ifa itu bisa dekat dan tidak berjarak dengan anak-anak, seperti kakak, ibu, dan saudara. Ya begitulah pamong yang sesungguhnya." Tambah beliau.

Kesungguhannya itu mengantarkan beliau untuk terus berkarya bahkan sampai di Majelis Daerah Kediri Utara 2. Daur ini, beliau terpilih menjadi sekretaris KPARD, bersama Ibu Maryam Pirenaningtyas (Bu Eny) dari GKJW Aditoya (pada daur sebelumnya beliau sekretaris) sebagai ketuanya. Kedua perempuan itu mampu bersinergi luar biasa, bahkan mereka sudah sangat akrab walaupun terhitung baru kenal tidak lebih dari setahun. Hari ini, Minggu, 5 Maret 2017, beliau mewakili KPARD mengikuti raker DPAR di Bale Wiyata Malang. Dan Bu Eny mengirimkan pesan singkat kepada Pdt. Gideon, "Beh! Beh! Anak buah jenengan josss tenan kok... promosi hasil Kelas Kreatif langsung laku, kalung yang dipake Bu Ifa langsung diminta MD lain buat contoh."

Pengalaman beliau berjumpa dengan lebih banyak orang semakin menumbuhkan semangat beliau untuk terus melayani. Dan nyata bahwa pelayanan tidak ditentukan oleh berapa lama seseorang mengenal Tuhan, tetapi dari kesungguhan hari. Bu Ifa salah satu contohnya.
Bu Ifa dan Bu Eny dalam Raker DPAR di Bale Wiyata Malang hari ini, 5 Maret 2017.
Semakin bersemangat bertemu kawan-kawan pelayanan baru. 
Peserta Raker DPAR di Bale Wiyata, Malang, 4-5 Maret 2017.

COMMENTS

Nama

15 Menitan,59,ACWC,2,adi yuswa,2,Adven,1,Baptis,3,Berita,170,Berita Jemaat,70,Bulan Budaya,1,Bulan Keluarga,1,Bulan Kitab Suci,1,Daur Majelis,2,Essay,10,Foto,112,Gereja Suaka Iklim,3,Hari Doa Sedunia,3,HPPGA,2,HUT,3,HUT ke-135 Tahun,1,HUT RI 78,1,Ibadah,59,Ibadah Syukur,17,Intergenerasi,3,Kafe Door,10,Kartini,2,Kelas Kreatif,12,Kelas Mulung,5,Kemerdekaan,3,Kerja Bakti,3,Kesekretariatan,23,Kespel,2,KPAR,36,KPAY,5,KPK,6,KPMG,2,KPP,11,KPPL,8,KPPM,32,KPPW,8,KPT,47,Lomba Agustusan,1,Majelis,1,MD Kediri Utara 2,16,Mulung,77,Natal,12,Oikumene,1,P2A,5,PA,3,Padus anak,1,Pamong,1,Paskah,6,Pekan Pemuda,1,Pemuda,23,Pendeta,5,Pentakosta,2,Perjamuan Kasih,1,Perjamuan Kudus,4,Pertanian Organik,4,PEW,15,PJS,1,Pokja Reportase,2,Poster Natal,1,PPerjamuan Kudus,1,Pra Paskah,1,Produk Cafe Door,3,Produk Jemaat,5,Produk Kelas Kreatif,2,Produk Pemuda,1,Program,8,Program Unggulan,40,PTWG,3,Renungan,50,SALIB,1,Sejarah,4,Sidang MD,1,Tahun Baru,3,Teologi,27,Tokoh,5,UEM,2,UKDW,1,Unduh-unduh,4,Warga,27,Wartawan Cilik,8,
ltr
item
GKJW Jemaat Tunglur: Latifatul Isyaroh: Belum Genap 10 Tahun Mengenal Tuhan, Namun Pelayanannya Luar Biasa
Latifatul Isyaroh: Belum Genap 10 Tahun Mengenal Tuhan, Namun Pelayanannya Luar Biasa
https://1.bp.blogspot.com/-bkSwrvA7Zkg/WLu3VsUX2BI/AAAAAAAABCg/jFAWpnCZut0whoifh3zpafvqqFFqtKiCgCLcB/s1600/13427977_1731670010407499_2916948956445118461_n.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-bkSwrvA7Zkg/WLu3VsUX2BI/AAAAAAAABCg/jFAWpnCZut0whoifh3zpafvqqFFqtKiCgCLcB/s72-c/13427977_1731670010407499_2916948956445118461_n.jpg
GKJW Jemaat Tunglur
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/03/latifatul-isyaroh-belum-genap-10-tahun.html
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/03/latifatul-isyaroh-belum-genap-10-tahun.html
true
6179814512795437537
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy