Krisna Widiarti: Mengubah Duka Menjadi Daya

Mbak Nina, Tante Nina, Bu Nina, demikian biasanya perempuan kelahiran 2 Oktober 1974 ini dipanggil. Setelah kepergian suami terkasih, Pdt. Heru Cokro Adi Puspito ke pangkuan Bapa, perempuan ini kembali ke tempat asalnya, Tunglur. Alih-alih terus tinggal dalam duka atas kepergian suaminya lalu membenci kehidupan, perempuan ini justru mengubah duka itu menjadi daya hidup. Bukan sekadar untuk hidupnya sendiri, tetapi untuk kehidupan semua orang yang dikenalnya. Membuat setiap orang yang bertemu dengannya merasakan kebangkitan.

Masa-masa awal setelah ditinggalkan oleh sang suami, tentu bukan perihal mudah. Kembali ke kampung halaman dalam kepedihan bukan perkara enteng. Namun perempuan ini menghadapi semuanya dengan tegar. Dan kekuatannya untuk kembali melanjutkan hidup dengan penuh semangat didapatkannya dari mengasihi.

Perihal mengasihi orang lain, Bu Nina tidak pernah tanggung-tanggung. Perempuan ini merawat almarhum suami sampai kepergiannya dengan setia, dan setelahnya perempuan ini memberikan dirinya untuk mengasihi setiap orang yang dijumpai dan dikenalnya, mulai dari keluarga, teman, siapa pun. Kasihnya tidak mengenal untung rugi, jika memang dibutuhkan hadir, Bu Nina berangkat ke mana dia dibutuhkan, ke Pronojiwo, Sendang Biru, Gempol, Malang, ke mana pun sejauh beliau mampu menjangkaunya. Karena itu, bisa dimengerti jika sampai hari ini, hubungan dekatnya dengan warga jemaat yang dulu dilayani oleh sang suami masih terjaga dengan erat. Bahkan banyak yang masih merasa bahwa beliau adalah ibu mereka sampai saat ini. Demikian juga dengan rekan-rekan kolega keluarga pendeta, Bu Nina bisa menjadi sahabat dekat, tempat mencurahkan hati, dan bercerita. Daya luar biasa yang beliau miliki adalah kemampuan mendengarkan dengan sabar dan tidak kenal lelah. Bisa ditanya setiap orang yang mengenal beliau pasti bisa merasa nyaman dan tidak berjarak.

Kasih paling luar biasa tentu saja kasih untuk Axel Jeconiah (11), anak terkasih yang pada saat ini bersama-sama dengan beliau. Axel sebenarnya adalah anak dari saudara Pdt. Heru Cokro yang diasuh oleh Bu Nina dan suami sejak masih sangat kecil. Karena itu hubungan Bu Nina dengan Axel sudah layaknya ibu kandung dengan anaknya sendiri. Beliau memberikan diri habis-habisan untuk menemani pertumbuhan sang anak. Bisa dikatakan hari ini kehidupan beliau dicurahkan untuk Axel. Beliau rela mengorbankan kebahagiaan pribadinya, menanggung berbagai risiko, agar sang anak bisa merasakan kehidupan yang penuh kebahagiaan.

"Saya ini tidak punya apa pun, dalam arti yang sesungguhnya, tidak punya apa pun. Namun Tuhan mengaruniakan banyak hal untuk bisa saya temani dengan setia, dan saya akan menemani dan mengasihi dengan sepenuh hati apa yang hari ini Tuhan percayakan kepada saya. Mungkin besok semuanya hilang, tapi saya melakukan bagian saya dengan sepenuh hati: mengasihi." Demikian ucap beliau mengharukan. Dan benar, nanti ketika lulus SD dan menuju SMP, Axel berencana untuk bersekolah bersama dengan orang tua kandungnya, berpisah dengan Bu Nina. Namun Bu Nina dan almarhum Pdt. Heru Cokro sudah menanamkan sesuatu yang istimewa, Axel bercita-cita untuk menjadi pendeta, "Sama seperti Pak Totok (Panggilan Axel untk untuk Pdt. Heru Cokro). Kalau nanti jadi pendeta saya ingin jadi pendeta di Gempol, vikarnya di Tunglur saja." Ucap Axel polos.
Axel, putera terkasih Ibu Krisna Widiarti yang cerdas dan bercita-cita menjadi pendeta, bersama Tristan.

Namun bukan hanya itu, setelah tinggal di Jemaat Tunglur, daya hebat yang lain yang segera nampak dari seorang Bu Nina adalah semangat beliau untuk terus belajar dan bertumbuh. Beliau belajar musik dari nol hingga hari ini bisa mengiringi pujian di gereja dengan sangat baik. Keterbukaan untuk terus memperbaiki kekurangan dan menjadikan diri semakin baik hari demi hari jelas nampak. Beliau pun belajar mengenal teknologi untuk bisa menemani Axel. Beliau juga rela membagikan apa yang beliau miliki untuk orang lain.

Bu Nina juga membagikan daya hidupnya untuk pelayanan di GKJW Jemaat Tunglur, pada daur ini beliau terpilih menjadi Ketua Komisi Pembinaan Musik Gerejawi. Beliau melayani Kataman Kidung di jemaat, beliau juga mengajar anak-anak berlatih musik demi regenerasi pelayanan musik di gereja. Terakhir ini beliau juga berinisiatif untuk mengajak anak-anak mengadakan kegiatan 15 Menitan khusus, upaya menanamkan iman kepada anak-anak sejak mereka kecil. Pdt. Gideon bahkan mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh Bu Nina ini seperti belajar mengaji Kristen, meminjam istilah saudara-saudara Muslim. "Iya, karena hari ini anak-anak seperti punya kegiatan rutin setiap hari di gereja. Minggu mereka kebaktian dan latihan musik, Rabu Kelas Kreatif, Sabtu Katekisasi, dan sekarang setiap Senin, Rabu, dan Jumat sore mereka melakukan 15 menitan khusus bersama Bu Nina. Apalagi itu namanya jika bukan seperti mengaji."

Bu Nina memiliki inisiatif tersebut dari kesadaran beliau ketika melihat pertumbuhan iman di Tunglur. "Saya, Ibuk, dan Mbak Esti kapan hari ngobrol setelah kita PA tentang Keluar dari Iman Kristen. Hari ini banyak orang mudah meninggalkan iman Kristen karena doktrin ajaran itu tidak tertanam dengan kuat. Karena itu ketika bertemu dengan tantangan, banyak yang lalu akhirnya dengan sendirinya, atau dengan terpaksa, akhirnya memilih menyerah." Beliau yakin jika sejak kecil seorang anak ditanamkan iman dengan kuat, maka iman itu akan menjadi pandu bagi jalan mereka ketika mereka tumbuh dewasa dan tidak akan mudah tercerabut, apa pun tantangan yang dihadapi. Mengutip salah satu pernyataan beliau, "Dalam injil ada tertulis 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup (Yoh 14;6).' Dan setiap kita hendaknya benar-benar menjadi terang. Supaya jalan kebenaran dan hidup itu bisa dilihat dgn jelas dan menjadi satu-satunya pilihan yang tepat untuk semua orang." Karena itu beliau serius dengan upaya menanamkan iman kepada anak sejak dini tersebut. Kegiatan yang beliau inisiasi tersebut bahkan telah memberikan inspirasi jemaat lain, berharap untuk bisa melakukannya di jemaatnya.

Dalam daur ini beliau juga terpilih untuk menjadi Koordinator Bidang Persekutuan di PHMJ. Beliau menemani komisi-komisi bidang persekutuan di jemaat melakukan pelayanan mereka. Bu Nina juga menjadi salah satu anggota MD Kediri Utara 2, utusan GKJW Jemaat Tunglur. Pengalaman beliau menemani pelayanan suami tentu sangat kuat mewarnai keterlibatan beliau dan pelayanan. Bahkan daur 2016-2018 ini beliau dipilih untuk menjadi Sekretaris KPPW MD Kediri Utara 2, untuk mengkoordinasi kegiatan pembangunan bagi para perempuan di daerah. "Saya masih belajar pelan-pelan. Masih banyak kekurangan."
Kandang Kelinci Bu Nina.

Hal istimewa lain dari pelayanan beliau adalah PEW (Pemberdayaan Ekonomi Warga) di jemaat. Beliaulah yang memulai beternak kelinci di Jemaat, yang hingga saat ini akhirnya digagas dan berkembang menjadi kegiatan PEW GKJW Jemaat Tunglur . Hingga hari ini kelinci yang dipelihara beliau dan keluarga  telah mencapai puluhan ekor dari hanya beberapa ekor saja. "Nanti baru dijual kalau sudah 100an ekor, sementara ini diperanakkan saja dulu supaya banyak. Ini sekaligus kami masih belajar sebenarnya, karena ini hal yang sama sekali baru bagi kami." Ternak kelinci beliau juga telah bekerja sama dengan Paguyuban Simeon Hana (PASEH), sebuah paguyuban untuk pendeta emeritus dan janda pendeta GKJW. Bahkan karena kerja sama beliau dengan PASEH, hari ini PASEH berencana untuk mengadakan program kemitraan dengan PEW GKJW Jemaat Tunglur. "Semoga suatu hari bisa membuka warung makanan olahan kelinci." Beliau memang bercita-cita untuk membuka usaha di bidang kuliner. Hari ini masih menabung untuk itu.

Ada orang-orang yang ketika mengalami duka cita berat lantas menyerah dengan pengalaman duka itu. Namun Bu Nina mengubah duka menjadi daya. Bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk membuat orang lain menjadi berdaya. Beliau tidak pupus oleh duka, namun justru duka itu diubahnya menjadi kehidupan yang sesungguhnya. Persis seperti kalimat yang diucapkan Carrie Fisher, "Take your broken heart, make it into art." Terimalah luka hatimu, dan ubahlah menjadi karya seni untuk Kehidupan bagi kemuliaan Sang Sumber Hidup.
Bu Nina memimpin Kataman ketika Kebaktian Patuwen di GKJW Jemaat Tunglur. 
Bu Nina dan anak-anak dalam 15 Menitan Khusus.

COMMENTS

Nama

15 Menitan,59,ACWC,2,adi yuswa,2,Adven,1,Baptis,3,Berita,180,Berita Jemaat,75,Bulan Budaya,1,Bulan Keluarga,1,Bulan Kitab Suci,1,Daur Majelis,2,Essay,10,Foto,119,Gereja Suaka Iklim,3,Hari Doa Sedunia,3,HPPGA,2,HUT,3,HUT ke-135 Tahun,1,HUT RI 78,1,Ibadah,64,Ibadah Syukur,18,Intergenerasi,3,Jumat Agung,2,Kafe Door,10,Kamis Putih,1,Kartini,2,Kelas Kreatif,12,Kelas Mulung,5,Kemerdekaan,3,Kerja Bakti,4,Kesekretariatan,23,Kespel,2,KPAR,36,KPAY,5,KPK,6,KPMG,2,KPP,11,KPPL,8,KPPM,32,KPPW,8,KPT,47,Lomba Agustusan,1,Majelis,1,MD Kediri Utara 2,16,Minggu Palmarum,1,Mulung,82,Natal,12,Oikumene,1,P2A,5,PA,3,Padus anak,1,Pamong,1,Paskah,11,Pekan Pemuda,1,Pemuda,23,Pendeta,5,Pentakosta,2,Perjamuan Kasih,2,Perjamuan Kudus,5,Pertanian Organik,4,PEW,15,PJS,1,Pokja Reportase,2,Poster Natal,1,PPerjamuan Kudus,1,Pra Paskah,8,Produk Cafe Door,3,Produk Jemaat,5,Produk Kelas Kreatif,2,Produk Pemuda,1,Program,8,Program Unggulan,40,PTWG,3,Renungan,50,Sabtu Sunyi,1,SALIB,1,Sejarah,4,Sidang MD,1,Tahun Baru,3,Teologi,27,Tokoh,5,UEM,2,UKDW,1,Unduh-unduh,4,Warga,27,Wartawan Cilik,8,
ltr
item
GKJW Jemaat Tunglur: Krisna Widiarti: Mengubah Duka Menjadi Daya
Krisna Widiarti: Mengubah Duka Menjadi Daya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvI7mFyOWg_nArAOIbj2Ez0z-pjX4IizFS2chkch9PAlDJ2jY5itRhOEuKkVGvLx6dUNbS34TJMkQktmyekfKseAjx68OPCAtpDyrYuisi_Efb1jDjWSvZr67inRQIGM3Bn-zpsTwXPUw/s1600/DSC_0143.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvI7mFyOWg_nArAOIbj2Ez0z-pjX4IizFS2chkch9PAlDJ2jY5itRhOEuKkVGvLx6dUNbS34TJMkQktmyekfKseAjx68OPCAtpDyrYuisi_Efb1jDjWSvZr67inRQIGM3Bn-zpsTwXPUw/s72-c/DSC_0143.jpg
GKJW Jemaat Tunglur
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/03/krisna-widiarti-mengubah-duka-menjadi.html
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/03/krisna-widiarti-mengubah-duka-menjadi.html
true
6179814512795437537
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy