Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (1)

"BAPA KAMI YANG ADA DI SORGA ..."



Dalam Bahasa Yunani kata yang digunakan adalah Πάτερ ἡμῶν ὁ ἐν τοῖς οὐρανοῖς (Pater hemon ho en tos uranos). Kata pater menyebutkan indikasi yang lebih luas daripada sekadar orang tua laki-laki. Tapi disebutkan kepada mereka yang dihormati seperti menghormati orang tua laki-laki. Uranos adalah sebutan untuk langit sebagai lawan dari bumi. Sorga dan langit tak berbeda.

"Bapa kami" adalah sebutan yang langsung mengindikasikan jarak ketimbang kedekatan. Berabad-abad orang Kristen Indonesia menyebut doa ini sebagai doa yang bukan saja paling sempurna, tetapi juga paling akrab. Kenyataannya tidak, khususnya hari ini. Kata Bapa dalam tradisi Jawa dan Indonesia tidak menunkkan kelekatan pada orang tua dalam dalam kacamata egalitarianisme Barat. Kata Bapa bukan hanya diucapkan kepada orang tua, tetapi juga kepada para pria lain yang dianggap dihomati. Bapa guru, bapa resi, bapa pendhita, bapa majelis adalah beberapa contoh yang lebih menunjukkan penghargaan ketimbang kedekatan. Bahkan penyebutan Bapa dalam konotasi Jawa tidak seramah Bapak. Istilah itu lebih digunakan dalam konteks keraton, pendidikan, ketoprak, wayang yang menekankan hubungan berjenjang-jenjang dan bukan ala masyarakat kecil yang satu sama lain lebih rata dan serasa.

Belum lagi kata Bapa tidak diikuti dengan panggilan personal: Bapaku, tetapi bapa kami. Diksi ini sekali lagi menjauhkan. Kami mengindikasikan adanya lebih dari seorang, bisa jadi kerumunan orang yang sedang bersama-sama. Maka ketimbang doa personal, Doa Bapa Kami adalah doa komunal. Aku mencoba membedakan terjemahan Jawa dan Indonesia pada frase ini. Di Jawa frase ini diterjemahkan “Dhuh, Rama Kawula”. Kata kawula dalam bahasa Jawa memang memiliki range yang lebih luas ketimbang kami dalam Bahasa Indonesia, karena kata ini bisa berarti personal sekaligus komunal. Tapi penambaan interjeksi “Dhuh” mengubah suasana menjadi lebih hangat. Jelas sudah bahwa “Bapa Kami” dan “Dhuh, Rama kawula” sebenarnya mengandung konotasi lingkaran yang berbeda.

Maka sebenarnya terjemahan Bahasa Indonesia yang mengetengahkan seolah-olah kedekatan itu sebenarnya juga sekaligus ingin menekankan perbedaan antara Bapak/Ayah/Papa/ Papi/Deddy-ku dengan Bapa Kami. Bahwa Bapa yang ada di sana adalah memang untuk Allah yang tidak bisa serta merta disamakan dengan Bapak/Ayah/Papa/Papi/Deddy-ku. Sebutan itu adalah sebutan hormat kepada Allah dan bukan sebutan kedekatan kepada orang tua pria. Terjemahan Baru Bahasa Indonesia adalah sebuah terjemahan literer yang cerdas, karena menjauhkan dan mengesankan mendekatkan pada saat yang sama. Sensibilitas adalah kuncinya. Ini bukan masalah langue, tapi ini masalah parole. Ini masalah konteks ketimbang tekstual. Dan dalam konteks asline bisa jadi sebutan Bapa kami ini mendekatkan daripada menyebut Allah seperti biasanya, tapi itu adalah kedekatan yang tidak lebur, tapi kedekatan yang saling menjaga jarak.

Belum lagi jika ditambahkan “di sorga”. Sorga selalu dipisahkan dari bumi. Keberadaan sorga mengindikasikan adanya bumi, bukan karena kesatuan tetapi karena keterpisahan. Sorga adalah tempat yang maha sempurna. Bumi tak pernah menjadi seperti sorga karena bumi adalah kebalikan dari sorga. Sorga adalah kata bergender maskulin dan bumi bergender feminin. Doa yang tampaknya personal ini sejatinya memang adalah doa komunal untuk Allah yang dihormati bukan Allah yang dekat seperti yang selama ini dibayangkan.

COMMENTS

Nama

15 Menitan,59,ACWC,2,adi yuswa,2,Adven,1,Baptis,3,Berita,170,Berita Jemaat,70,Bulan Budaya,1,Bulan Keluarga,1,Bulan Kitab Suci,1,Daur Majelis,2,Essay,10,Foto,112,Gereja Suaka Iklim,3,Hari Doa Sedunia,3,HPPGA,2,HUT,3,HUT ke-135 Tahun,1,HUT RI 78,1,Ibadah,59,Ibadah Syukur,17,Intergenerasi,3,Kafe Door,10,Kartini,2,Kelas Kreatif,12,Kelas Mulung,5,Kemerdekaan,3,Kerja Bakti,3,Kesekretariatan,23,Kespel,2,KPAR,36,KPAY,5,KPK,6,KPMG,2,KPP,11,KPPL,8,KPPM,32,KPPW,8,KPT,47,Lomba Agustusan,1,Majelis,1,MD Kediri Utara 2,16,Mulung,77,Natal,12,Oikumene,1,P2A,5,PA,3,Padus anak,1,Pamong,1,Paskah,6,Pekan Pemuda,1,Pemuda,23,Pendeta,5,Pentakosta,2,Perjamuan Kasih,1,Perjamuan Kudus,4,Pertanian Organik,4,PEW,15,PJS,1,Pokja Reportase,2,Poster Natal,1,PPerjamuan Kudus,1,Pra Paskah,1,Produk Cafe Door,3,Produk Jemaat,5,Produk Kelas Kreatif,2,Produk Pemuda,1,Program,8,Program Unggulan,40,PTWG,3,Renungan,50,SALIB,1,Sejarah,4,Sidang MD,1,Tahun Baru,3,Teologi,27,Tokoh,5,UEM,2,UKDW,1,Unduh-unduh,4,Warga,27,Wartawan Cilik,8,
ltr
item
GKJW Jemaat Tunglur: Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (1)
Seri Doa Bapa Kami Rasa Indonesia (1)
https://2.bp.blogspot.com/-iOydISem8Jo/WKRkPDr5xTI/AAAAAAAAAQ8/KzLseRG14SEXeAN-xmp8UJ1xK6pSgw9FQCLcB/s1600/shutterstock_coulds-resized.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-iOydISem8Jo/WKRkPDr5xTI/AAAAAAAAAQ8/KzLseRG14SEXeAN-xmp8UJ1xK6pSgw9FQCLcB/s72-c/shutterstock_coulds-resized.jpg
GKJW Jemaat Tunglur
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/02/seri-doa-bapa-kami-rasa-indonesia-1.html
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/
https://tunglur.gkjw.or.id/2017/02/seri-doa-bapa-kami-rasa-indonesia-1.html
true
6179814512795437537
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy