Ada kalanya Tuhan mempertemukan kita bukan hanya di dalam ruang ibadah, tetapi juga di tengah alam ciptaan-Nya. Di balik sejuknya pegunungan, hangatnya api unggun, dan indahnya langit senja, tersimpan ruang untuk saling mengenal, berbagi cerita, serta bertumbuh bersama dalam iman. Camp pemuda kali ini menjadi sebuah perjalanan sederhana yang menghadirkan makna luar biasa—tentang persaudaraan, pelayanan, dan harapan bagi masa depan pemuda GKJW.
Camp ini berawal dari kerinduan Pemuda GKJW Tunglur untuk kembali merasakan sukacita berkemah bersama. Kerinduan itu dipersiapkan dengan penuh semangat. Dalam proses persiapan, kami teringat bahwa kami memiliki saudara seiman dari Pemuda GKJW Jemaat Sekaran. Dari sanalah lahir sebuah kolaborasi yang indah untuk menyelenggarakan camp bersama.
Pada tanggal 18–19 Juli 2026, kami berkumpul di Glamping Campsite Coban Rais, Kota Batu, Jawa Timur. Hari pertama diawali dengan mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan memasak, serta mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Menjelang senja, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, refleksi, dan berbagai permainan yang membangun kekompakan. Meski udara pegunungan terasa dingin, kehangatan persaudaraan membuat setiap momen terasa begitu berkesan.
Tema "Sepotong Senja Menjelang Malam".
"Senja selalu menghadirkan keindahan dan Sukacita. Dalam kurun waktu sekitar 24 menit Cahaya matahari perlahan memudar, berganti dengan malam yang semakin gelap. seperti itulah kita melangkah dalam kehidupan yang penuh dengan potongan-potongan senja dimana ada masa ketika kita harus melengkapi potongan potongan yang akan menentukan langkah ke depan agar menjadi utuh didalam Kristus.
Sudut pandang tentang melihat senja semestinya berbeda. Sama halnya seperti kia memilih pergaulan, pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, hingga menentukan nilai-nilai yang akan dipegang. Tidak semua pilihan terasa mudah. Sering kali dunia menawarkan jalan yang terlihat lebih menyenangkan, namun belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mari berjalan dalam terang Kristus. Di dalam Firman Tuhan tertulis demikian ;"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal”(2 Korintus 4 :18) Ketika kita menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman, kita tidak akan mudah tersesat meskipun senja menawarkan banyak arah yang berbeda untuk menuju Malam."
Minggu pagi kami memulai hari sejak pukul lima. Kami mempersiapkan diri untuk beribadah singkat bersama dan kembali merenungkan apa yang telah kami perbincangkan pada malam sebelumnya. Setelah menikmati sarapan bersama, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan melakukan tracking menuju Air Terjun Coban Rais. Tanjakan yang terjal, jalan berbatu, dan rasa lelah justru menjadi pengalaman yang mempererat kebersamaan. Kami saling membantu, saling menyemangati, hingga akhirnya tiba di keindahan air terjun yang menjadi hadiah dari perjalanan tersebut.
Perjalanan pulang bukan hanya membawa foto-foto indah sebagai kenangan. Lebih dari itu, kami pulang dengan hati yang dipenuhi rasa syukur, persaudaraan yang semakin erat antara Pemuda GKJW Tunglur dan Pemuda GKJW Sekaran, serta pemahaman baru tentang makna tema yang kami renungkan bersama.
Semoga Camp "Sepotong Senja Menjelang Malam" tidak berhenti menjadi sebuah kegiatan dua hari satu malam. Kiranya setiap momen yang telah dilalui menjadi bekal untuk terus bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan di tengah gereja maupun masyarakat. Sebab pada akhirnya, setiap senja yang kita lewati bukanlah tanda berakhirnya perjalanan, melainkan pengingat bahwa Tuhan selalu menyiapkan hari yang baru dengan harapan yang baru. Kiranya semangat "Sepotong Senja Menjelang Malam" terus hidup di hati setiap pemuda GKJW, sehingga mereka menjadi generasi yang setia melayani, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan, dan senantiasa berjalan dalam terang Kristus di mana pun mereka berada.
Foto oleh : Sdr. Damai (Tunglur), Sdr. Tristan (Tunglur), Sdr. Adit (Sekaran)
Penulis : Sdr. Bima (Tunglur)















COMMENTS